Bolehkah Penderita Diabetes Melakukan Donor Darah?

Bolehkah Penderita Diabetes Melakukan Donor Darah?

Bolehkah Penderita Diabetes Melakukan Donor Darah? Mungkin itu salah satu pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh para penderita diabetes yang saat ini ingin mendonorkan darahnya. Nah, untuk mengetahui jawabannya, berikut ini bisa kita simak pembahasannya.

Bolehkah Penderita Diabetes Melakukan Donor Darah?

Donor darah adalah cara termudah untuk membantu sesama. Sayangnya tidak untuk penderita diabetes. Beberapa negara melarang penderita diabetes menjadi pendonor. Di Inggris, penderita diabetes masuk daftar orang-orang yang tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya. Namun untuk yang masih prediabetes, diijinkan selama yang bersangkutan tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Di Indonesia juga sama. Penderita diabetes tidak direkomendasikan menjadi pendonor darah. PMI (Palang Merah Indonesia) memasukkan diabetes ke dalam daftar kondisi penyakit yang dilarang untuk donor darah bersama kondisi lain di antaranya penderita kanker, penyakit jantung dan paru-paru, tekanan darah tinggi, epilepsi, sifilis, hepatitis, kelainan darah, dan berisiko tinggi terhadap HIV, serta pecandu alkohol.

Ada juga orang yang tidak menderita penyakit-penyakit tersebut namun ada surat keterangan dokter yang melarang mendonorkan darah, misalnya tengah demam, tekanan darah tidak normal, dan denyut nadi tidak beraturan. Syarat-syarat donor darah yang lain yakni berusia antara 17- 60 tahun dengan kadar Hemoglobin minimal 12,5 gr/ml atau tidak menderita anemia.

Tetapi, beberapa referensi membolehkan penderita diabetes mendoronkan darah, dengan persyaratan tertentu. Inilah beberapa persyaratan donor darah bagi penderita diabetes :

  • Kadar gula darah saat melakukan donor darah harus dalam keadaan normal atau tidak tinggi.
  • Tidak sedang dalam perubahan pengobatan, dalam arti tidak sedang mengubah jenis obat diabetes, dosis, setidaknya dalam 4 minggu terakhir.
  • Tidak pernah ada riwayat penyakit jantung atau komplikasi diabetes lainnya.
  • Untuk penderita diabetes yang menggunakan terapi insulin juga tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah.

Dikutip dari website PMI DKI Jakarta, kondisi berkiut ini disarankan untuk menunda donor darah :

  • Sedang sakit demam atau influenza dan harus menunggu 1 minggu setelah sembuh
  • Setelah cabut gigi, dan menunggu 5 hari setalah sembuh
  • Setelah operasi kecil sebaiknya menunggu 6 bulan
  • Setelah operasi besar, menunggu 1 tahun
  • Setelah transfusi, menunggu 1 tahun
  • Setelah tato, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, menunggu 1 tahun
  • Bila melakukan kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 1 tahun
  • Sedang hamil, tunggu 6 setelah melahirkan
  • Sedang menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui
  • Setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setalah bebas dari gejala malaria
  • Setelah berkunjung dari daerah endemis malaria, tunggu 1 tahun
  • Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut
  • Bila sakit tipus, tunggu 6 bulan setelah sembuh
  • Setelah vaksin, tunggu 8 minggu
  • Ada gejala alergi tunggu 1 minggu setalah sembuh
  • Ada infeksi kulit pada daerah yang akan ditusuk, tunggu 1 minggu setelah sembuh.

Donor darah yang merupakan kegiatan memberikan darah kepada orang lain, selalu mengandung risiko. Darah lengkap yang ditransfusikan ke pasien, mengandung semua komponen darah, termasuk kemungkinan virus di dalam darah. Meskipun sudah dilakukan skrining menyeluruh pada darah donor sebelum diberikan pada pasien yang membutuhkan, tetap saja ada peluang penularan penyakit melalui darah. Oleh  karena itu pastikan kita semua menyadari penyakit dan kondisi kesehatan sendiri sebelum memutuskan menjadi donor. 

Tidak terkecuali pasien diabetes. Jika memang harus mendonorkan darahnya, maka syarat-syarat kelayakan menjadi donor harus dipenuhi. Jika tidak mendesak, penderita diabetes lebih baik tidak mendonorkan darahnya karena jika ternyata darah yang didonorkan mengandung gula terlalu tinggi, justru dapat merugikan resipien (penerima donor).

Jadi, Bolehkah Penderita Diabetes Melakukan Donor Darah? Seperti telah dijelaskan di atas bahwa ada syarat yang harus dipenuhi penderita diabetes jika ingin mendonorkan darahnya. Tapi sebaiknya penderita diabetes tidak mendonorkan darahnya karena jika darah yang didonorkan mengandung gula terlalu tinggi, justru dapat merugikan penerima donor darah.

Sementara itu, untuk mengobati diabetes, ada rekomendasi yang bagus berupa pengobatan herbal, yaitu GOLD-G Bio Sea Cucumber atau biasa disebut Jelly Gamat Gold G. Ini adalah obat herbal untuk penyakit diabetes yang sudah teruji dan terbukti khasiatnya, sudah ada testimoninya. Kualitasnya pun tidak perlu diragukan, karena sudah terdaftar di BPOM RI dan memiliki sertifikasi HALAL.

Jika anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu dan mengatahui informasi lebih lanjutnya, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 223 557 127

SMS/WA/Telp : 085 793 507 222

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin OBAT LUKA DIABETES

 

Baca artikel menarik lainnya :

1 Reply to “Bolehkah Penderita Diabetes Melakukan Donor Darah?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *